Home » News » Headline » Di Manado, Legislator ‘Pendatang Baru’  Paling Aktif Berikan Bantuan, ‘Wajah Lama’ Kemana?

Di Manado, Legislator ‘Pendatang Baru’  Paling Aktif Berikan Bantuan, ‘Wajah Lama’ Kemana?

Ilustrasi gambar

 

MANADO – Memasuki pekan ketiga masyarakat menjalani masa karantina di rumah masing-masing dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (covid-19), berbagai bantuan baik dari pemerintah hingga dari sejumlah legislator Kota Manado mulai berdatangan.

Menariknya, dari 40 jumlah anggota DPRD Kota Manado, yang turun memberikan bantuan sembako hingga alat perlindungan diri (APD) kepada warga hanya sebagian anggota saja.

Bahkan, dari sejumlah legislator yang memberikan bantuan, rata-rata mereka adalah pendatang baru di lembaga legislatif DPRD Manado.

Nama-nama seperti, Aaltje Dondokambey, Meikel Maringka, Jurani Rurubua, Jean Sumilat, Cristy Masengie, Jeane Laluyan, Ridwan Marlian, adalah sebagian legislator yang baru duduk tahun kemarin di lembaga DPRD Manado untuk periode 2019-2024.

Meski sebagai pendatang baru, tidak mengurungkan niat mereka untuk berbagi kasih kepada warga. Mulai dari pembagian sembako, pembagian APD, penyemprotan cairan disinfektan, hingga ada yang rela menyumbang gajinya untuk keperluan rakyat.

Namun, anggota dewan wajah lama yang sudah beberapa periode pun beberapa diantaranya masih aktif memberikan bantuan kepada warga, tapi jumlahnya lebih sedikit dari mereka yang pendatang baru.

Terpantau, hanya Ronny Makawata anggota dewan wajah lama yang turun lapangan untuk penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga. Sisanya, masih belum terdengar kabar terkait bantuan ataupun tenaga yang mereka berikan kepada masyarakat.

Pengamat ekonomi dan sosial kemasyarakatan, Frans Rurumantik S.E mengatakan, bantuan untuk warga bukan suatu kewajiban dari partai politik maupun para legislator. Namun menurut dia, hanya wakil rakyat yang memiliki nilai sosial tinggi yang mampu mewujudkannya.

“Anggota dewan juga manusiawi yang memiliki keluarga dan keperluan masing-masing, namun bukan berarti akal nurani mereka diam melihat keadaan sekarang. Kalau alasannya tidak punya uang, kenapa waktu saat kampanye lalu bisa? Sekali lagi, ini hanya masalah nurani sosial,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Manado, Maxi Rorimpandey mengatakan, didaerahnya anggota dewan tidak pernah muncul ataupun keluar rumah memberikan bantuan.

“Jangankan keluar rumah, buat status saja di media sosial sudah tidak pernah, karena takut tuntutan warga yang muncul di komentar nya. Padahal, waktu pemilihan legislatif setiap saat ganti status dan rajin sumbang sembako,” katanya. (AuddyManoppo)

Promo Daihatsu Manado 2018

Tentang auddymanoppo

Political Journalism Wartawan sejak tahun 2013 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Bidang liputan politik dan pemerintahan. Pos liputan: DPRD Kota Manado & Pemerintah Kota Manado Media Sosial FB: Auddy Manoppo - Ruru IG: Auddy Manoppo Twiter: @Auddy1908

Lihat juga

Dugaan Perusakan Mangrove di Pelabuhan Penyeberangan Likupang Terus di Usut Komisi IV Deprov, BW: Jika Terbukti, Pidana Menanti

SULUT – Komisi IV DPRD Sulut kembali menyambangi Pelabuhan Penyeberangan Likupang guna melakukan fungsi kontrol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: