Seputarsulut.com, Sulut – tentang pentingnya mengenai pengelolaan sampah maka DPRD Sulut terus maksimalkan percepatan proses pengesahan Ranperda TPA Sampah Regional.
Setelah melakukan rapat akhir bersama mitra kerja terkait, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional pun tuntas dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut yang di ketuai oleh Fabian Kaloh.
Kepada awak media, Ketua Pansus Fabian Kaloh mengatakan pada prinsipnya pembahasan barusan tidak ada lagi perubahan-perubahan.
“Kita sudah selesaikan, minggu yang lalu tahapan tentang pembahasan bab per bab dan pasal-pasal kemudian setelah itu kita masuk pada tahapan konsultasi dengan fraksi, dan semua menyetujui untuk dilanjutkan pada tahapan selanjutnya, kita tinggal menunggu waktu penetapan,” ungkap Personil Komisi I DPRD Sulut.
Politisi PDI Perjuangan mengatakan, pastinya ini akan melewati tahapan selanjutnya yakni fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri.
“Kemudian setelah itu dilakukan paripurna untuk nantinya disahkan dari Ranperda menjadi Perda,” terangnya.
Selain itu Kaloh menjelaskan bahwa Perda sampah yang sudah selesai dibahas, akan MOU dengan pihak pengelola juga dengan Pemerintah di 5 Kabupaten/Kota diatur tersendiri dan terpisah dari Perda.
“Jasa pengelolaan nantinya akan diatur sendiri dan akan ada ruang sehingga tidak membebani Perda,” ungkap Kaloh.
Menurutnya dengan selesainya Ranperda ini pastinya akan berdampak positif bagi masyarakat.
“Ini akan terjadi pengurangan produksi sampah secara masif terutama di wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa dimana kapasitas sampah yang bisa diproses berkisar 1000 ton per hari,” Katanya.