Home » Tag Archives: Markus Marlon

Tag Archives: Markus Marlon

August, 2013

  • 22 August

    Merdeka

    Waktu di Pineleng – Sulawesi Utara (16 Agustus 2012), saya pernah mendengarkan anak-anak yang menyanyikan sebuah lagu menjelang upacara bendera tujuhbelasan. Anak-anak itu bernyanyi, “Enam belas Agustus tahun empat lima.” Sambil diliputi ketertegunan saya pun berkata, “Hei-hei anak-anak, syair lagu itu salah.” Dengan lantang anak-anak pun meneruskan bernyanyi, “Besoknya hari kemerdekaan kita!” Sambil geleng-gelang kepala, saya pun berkata, “Merdeka betul …

  • 22 August

    Berani Memulai

    Hari Minggu (4 Agustus 2013), ada seorang yang memiliki ide untuk mendirikan usaha penerjemahan di belakang kampus Atma Jaya – Jakarta.  Semua yang direncanakan sudah  okey. Tetapi sudah tiga  bulan ini, usaha  –  yang telah lama diimpikan itu  – belum juga terwujud. Setelah saya konfirmasi kepada orang yang pertama kali  memiliki ide itu, dia berkata bahwa dirinya belum berani mulai. …

June, 2013

  • 12 June

    Pelempar

    Ada seorang ibu muda yang pagi-pagi sudah marah-marah. Pagi itu, ia mengurus anak-anaknya untuk siap-siap sekolah (memandikan anak, membantu mengenakan pakaian seragam, menyiapkan makanan) sembari mendengar berita tentang korupsi dan pembunuhan di stasiun TV swasta. Ia pun kemrungsung (tergesa-gesa) dan seolah-olah berkejar-kejaran dengan waktu. Ketika ibu itu siap menghantar ke sekolah tepat di muka jalan hendak memasuki jalan protokol, tiba-tiba …

April, 2013

  • 5 April

    Impian

    Impian, oleh Markus Marlon. Pernah suatu hari, saya makan bersama dengan salah satu keluarga di Restoran City Extra – Manado. Keluarga itu membawa dua anak-anaknya yang masih kecil. Sebelum hidangan disajikan, saya bertanya kepada salah seorang anak, “Adik, kalau besar nanti akan menjadi apa?” Anak itu dengan penuh keyakinan berkata, “Saya ingin menjadi ahli masak dan bekerja di hotel berbintang, chef.” …

March, 2013

  • 30 March

    Menghina

    Natal tahun  2011, saya diajak makan di salah satu Rumah Makan di Tinoor,  Jl. Manado – Tomohon.   Menu favorit  “tikus ekor putih”  yang memang tiada duanya nikmatnya itu, habis kami santap.  Tiba-tiba ada seseorang yang berkata demikian, “Ini ada orang Gunungkidul yang setiap hari makan ungkrung (kepompong) dan belalang. Jijik ah!”  Tentu saja kata-kata itu ditujukan kepada saya dan saya …

  • 28 March

    Bela Rasa

    Bela Rasa, Oleh: Markus Marlon. Tahun 1999, saya pernah mengunjungi orang yang sedang sakit di Rumah Sakit Islam di Tegal. Sewaktu datang di Ruang VIP Alamanda, saya hanya diam membisu selama 30 menit dan setelah itu pamit pulang. Tiga hari berikutnya, anaknya datang kepada saya dan mengucap terima kasih karena “kehadiran” saya  selama ayahnya  sakit ternyata membawa arti tersendiri. Bahkan tahun …

  • 23 March

    Kesepian

    Beberapa tahun yang lalu,  2001, saya berkunjung di sebuah wisma Jompo Bantar Bolang – Pemalang (Jawa Tengah). Di sana saya bincang-bincang dengan penghuni rumah tersebut. Dalam  sharing itu, setiap kali mata eyang kakung  (Kakek)  itu melirik ke pintu utama. Lantas, saya bertanya kepada salah satu  yangkung,  “Kung, mengapa pandangan mata  yangkung  itu selalu terarah ke pintu utama?” yangkung   itu pun …

  • 20 March

    Sial

    Paskah  2012, saya bersama sahabat setelah merayakan Paskah  mengadakan perjalanan ke Poso. Ketika hendak kembali ke Palu, ban mobil kami mengalami kebocoran. Dengan penuh kesabaran, kami mencoba mengganti ban yang bocor itu dengan ban serep. Hampir selesai mengganti ban, ternyata ban depan juga kena paku. Sial! Hari yang indah yang seharusnya kami pergunakan untuk silaturahim, malah kami gunakan untuk ganti …

  • 6 March

    Mundur

    Ketika menyaksikan film  dengan judul The Three Kingdom atau  Sam Kok (51 keping cakram), sering dalam setiap pertempuran, jika salah satu negara merasa terpojok dan mengarah kepada kekalahan, maka sang pemimpin berteriak, “Mundur!!” Kemudian kita akan berkata, “Pengecut! Banci!Tidak punya nyali!”  Tunggu dulu dan jangan salah, mereka itu mundur bukan kalah, tetapi untuk menyusun langkah-langkah strategi dan mengevaluasi.  Orang Jawa …

  • 3 March

    Teladan

    Belum lama berselang saya berkunjung di salah satu keluarga. Sesampai di rumah tersebut, saya disuguhi  “drama keluarga”. Sang bapak itu  – sembari tangannya memegang rokok  –  menasihati  anaknya supaya tidak merokok karena tidak baik untuk kesehatan dan pemborosan.  Tentu saja nasihat itu itu tidak mempan, karena sang bapak tidak memberikan teladan yang baik. Saya menjadi ingat akan ungkapan dari Seneca …