Home » News » Feature » Upaya Penyelamatan Lingkungan di Sulawesi Utara Dinilai Belum Berjalan Maksimal.
Rental Mobil Murah di Manado

Upaya Penyelamatan Lingkungan di Sulawesi Utara Dinilai Belum Berjalan Maksimal.

Foto: Google Images | Courtesy of raflengerungan.wordpress.com
Foto: Google Images | Courtesy of raflengerungan.wordpress.com

Tanggal 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Di sulawesi utara, upaya penyelamatan lingkungan hidup dinilai belum berjalan maksimal. Seperti yang disiarkan radio Smart FM Manado pagi tadi, dimana pemerintah lebih cenderung mengutamakan pendapatan daerah ketimbang menempuh langkah-langkah untuk menyelamatkan lingkungan dari ancaman kerusakan.

Direktur eksekutif  Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) SULUT Edo Rahman mengatakan, ketidak seriusan pemerintah dalam melakukan penyelamatan lingkungan terlihat dari berbagai kebijakan yang berkaitan dengan tiga sektor yaitu pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Di sektor pertambangan WALHI mengkritisi pentapan wilayah pertambangan oleh kabupaten kota yang   bertentangan dengan regulasi. Sementara di sektor perkebunan terindikasi  ada empat perusahaan di bidang kelapa sawit yang akan masuk ke Sulawesi Utara padahal perkebunan sawit berpotensi merusak hutan.

Sedangkan di sektor kehutanan Rahman menyesalkan sikap pemerintah daerah yang tidak menindaklanjuti moratorium penebangan hutan.  “Tarulah misalnya, di dalam sektor kehutanan presiden sudah memperpanjang dua tahun moratorium kawasan hutan tetapi kemudian ini tidak dijadikan sebagai dasar pemikiran juga oleh teman-teman di eksekutif untuk bagaimana mempertahankan dan menyelamatkan kawasan hutan yang ada. Untuk sektor pertambangan sendiri itu juga belum ada kebijakan secara nasional tentang penetapan wilayah pertambangan khususnya yang ada di Sulawesi Utara, tetapi kemudian banyak kebijakan-kebijakan  yang dikeluarkan oleh bupati justru bertentangan dengan apa yang sudah diatur. Untuk sektor perkebunan, sektor perkebunan sendiri  kami mengatisipasi ada beberapa perushaan terindikasi, ada empat perusahaan yang kemudian akan masuk di Sulawesi Utara yang akan mengembangkan sektor perkebunan sawit.  Sementara kita ketahui untuk sektor perkebunan sawit sendiri, itu sangat besar peluang untuk menghancurkan  kawasan hutan yang ada.” Demikian penjelasan dari Edo Rahman yang dikutip radio Smart FM Manado.

Lebih jauh Rahman mengatakan berbagai kebijakan yang dikeluarkan menggambarkan bahwa pemerintah daerah lebih mementingkan pendapatan daerah ketimbang menyelamatkan lingkungan.  Kekayaan alam yang dimiliki daerah dieksploasi secara membabibuta tanpa mempertimbangkan keseimbangan lingkungan. “Kurang lebih seperti itu, banyak sekali kebijakan yang kemudian itu tidak berdasar pada apa yang menjadi perintah aturan yang lebih di atasnya, dan kemudian ini serta merta dilakukan   oleh para pemimpin kita di beberapa kabupaten untuk kemudian memberikan kebijakan dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Itu semua  untuk pertambangan dan bidang kehutanan. Tidak mengedepankan  apa yang menjadi tuntutan daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan mengorbankan sumber daya alam yang ada.”

Sementara itu menutut Radio Smart FM, kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara  Olvie Ateng ketika dikonfirmasi mengatakan, eksploitasi terhadap kekayaan alam dimungkinkan  asal tidak merusak lingkungan. Ditegaskannya selama ini  kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah tetap mengacu kepada regulasi yang ada, terutama pada konsep tata ruang. “Itu kebijakan-kebijakan kan yang hak dari potensi yang ada di kita kan, kalau kita punya potensi, nah kita bagaimana setidaknya agar   kita dapat mengeksploitasi potensi tersebut, tetapi  tidak merusak lingkungan.  Yang diatur lewat undang-undang kita bahwa, kita dapat memanfaatkan  sumber daya alam kita semaksimal mungkin tapi sekali lagi diingat bahwa eksploitasi sumber daya alam tersebut tidak mengabaikan lingkungan. Berdasarkan potensi  ada regulasi yang mengatur, dari sektor mana saja ada regulasi yang mengatur, dan yang paling utama di situ adalah diatur   yang pertama untuk pemanfaatan ruangnya.” Demikian penjelasan Olvie Ateng seperti yang dikutip Radio Smart FM Manado.

Terkait hari lingkungan hidup yang diperingati 5 Juni, hari ini, tema nasional yang diangkat  adalah “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi  Untuk Selamatkan Lingkungan.” Olvie Ateng mengatakan, tema ini dimaksudkan untuk   memberi gambaran yang mudah, serta membuka kesadaran  masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan  sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak. Demikian informasi yang dihimpun oleh seputarsulut.com dari radio Smart FM Manado.

 

banner-natal-pemprov1024

Tentang Garadus Franklin

Menjadi Narablog atau Blogger sejak 2004 memberikan ruang untuk saya berkarya melalui tulisan di media internet. Saya Tidak jago menulis, tapi saya terus belajar untuk menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.

Lihat juga

KMMALRA Sukses Gelar Inagurasi  

MINAHASA – Inagurasi yang dilaksanakan oleh Keluarga Mahasiswa Maluku Tenggara sukses digelar. Kegiatan yang dikemas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: