Home » News » Headline » Ketika Teknologi (canggih) Berpadu Dengan “Kebudayaan Yang Hampir Punah”
Rental Mobil Murah di Manado

Ketika Teknologi (canggih) Berpadu Dengan “Kebudayaan Yang Hampir Punah”

Kegiatan RTIK Sulut di SMP N 2 AirmadidiSabtu, 4 Mei 2013 Relawan TIK Sulawesi Utara kembali mengadakan sosialisasi Teknologi Informasi yang bertempat di SMP N 2 Airmadidi. Acara sosialisasi kali ini sedikit berbeda dibandingkan kegiatan serupa yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu (baca: Kegiatan Pertama Relawan TIK Sulawesi Utara dan Relawan TIK Sulut dan Minahasa Sosialisasi Internet Sehat di SMK Kakas)

Kenapa dikatakan kegiatan kali ini agak berbeda dengan kegiatan yang pernah dilaksanakan sebelumnya? Hal ini tidak lain karena kegiatan RTIK kali ini dipadukan dengan unsur budaya yang dikoordinir oleh ketua Relawan TIK Minut yang juga merupakan salah satu budayawan Minahasa Utara yakni David Umboh.

Begitu rombongan tim RTIK tiba di SMP N 2 Airmadidi, para penari Maengket dari salah satu sanggar tari yang ada di Kabupaten Minahasa Utara sudah menyambut tim yang terdiri dari para penggiat dunia teknologi informasi di Sulawesi Utara yang tergabung dalam RTIK Sulut yang dipimpin langsung oleh Ketua RTIK Yaulie deo rindengan,.ST,MSc,MM, Akademisi, sponsor kegiatan yaitu Telkomsel, hingga unsur pemerintah baik dari Kabupaten Minahasa Utara yang diwakili Kabid Kominfo Minut, maupun dari provinsi yang dipimpin langsung Kepala UPTD Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika Provinsi Sulawesi Utara John F. Rembet, SH. M.Si

Sosialisasi Teknologi Informasi kali ini disajikan dalam 4 materi yaitu tren IT di Indonesia bahkan Dunia yang dibawakan oleh Stanley Karow ST, MTi, pengenalan produk Telkomsel untuk siswa Sekolah oleh perwakilan Telkomsel, pemanfaatan teknologi informasi sebagai bahan pembelajaran oleh Glen Tielung dan Sosialisasi Internet Sehat yang dipandu oleh seluruh tim RTIK Sulut dengan menggunakan 3 fasilitas mobil pusat layanan internet kecamatan (MPLIK).

Pada sesi yang pertama Stanley Karow ST, MTi,yang juga merupakan dosen di Universitas Sam Ratulangi Manado memaparkan  tentang perkembangan dunia IT yang terjadi di Indonesia maupun di belahan dunia. Bahkan untuk lebih meyakinkan para peserta yang hadir baik itu siswa-siswi maupun para guru SMP N 2 Airmadidi, sang dosen yang gemar melakukan riset mengenai dunia IT menunjukkan film singkat tentang berbagai perangkat telekomunikasi yang dahulunya hanya bisa kita lihat di film-film namun sekarang sudah benar-benar ada bahkan saat ini sudah dipergunakan didunia nyata.

Stanley Karouw, ST, MTiTampak kekaguman dari para peserta yang begitu antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosen yang belum lama melepas masa lajangnya. Bahkan beberapa siswa-siswi sempat berujar o da’ tele, kita kira cuma di felem-felem tu bagitu, nintau le kote so butul-butul itu ada skarang (saya kira hanya di film-film teknologi yang seperti itu, tidak tahunya teknologi seperti itu memang sudah ada).

Setelah mner Stanley (begitu ia biasa disapa) menyelesaikan materi, giliran perwakilan Telkomsel yang mensosialisasikan berbagai program dan produk mereka yang tentunya berkaitan dengan siswa-siswi sekolah. Tak lupa juga mereka membagikan hadiah kepada beberapa peserta yang hadir saat itu.

Setelah sekitar 20 menit mensosialisasikan berbagai produk dan program dari Telkomsel, giliran Glen Tielung yang berbagi ilmu tentang pemanfaatan perangkat lunak sebagai bahan belajar mengajar. Namun seperti biasanya, sebelum membawakan materi, sedikit trik sulap yang kali ini dipadukan dengan IT menjadi pembuka materi. Nampak wajah-wajah gembira terpancar dari raut muka para generasi muda penerus bangsa.

Materi yang terakhir yakni sosialisai internet sehat dan pembuatan blog dimana para siswa-siswi langsung keluar ruangan menuju MPLIK yang sudah menunggu di halaman sekolah. Sementara siswa-siswi yang lain berselancar ria di dunia maya, para siswa-siswi yang tergabung di sanggar Tumetenden pimpinan bapak David Umboh mulai menari dengan gemulai, memainkan nada-nada indah diiringi dentuman tambor sehingga menghasilkan sebuah tari Maengket yang begitu indah untuk dilihat. Sebuah pemandangan langkah yang terjadi di Sulawesi Utara dimana dunia teknologi informasi yang begitu canggih bersanding dengan tarian tradisional yang justru hampir punah karena tinggal sedikit orang yang mau melestarikan kebudayaan asli Sulawesi Utara.penari maengket di kegiatan rtik sulut

Kepala Sekolah SMP N 2 Airmadidi Agustien Umboh, SPd ketika diminta tanggapan mengenai kegiatan Sosialisasi TIK seperti yang baru saja dilakukan tampak begitu antusias bahkan menurut beliau SMP N 2 Airmadidi memiliki niat untuk bekerja sama dengan RTIK agar supaya bisa membimbing para murid yang bersekolah di SMP N 2 Airmadidi agar supaya bisa melek IT sekaligus bisa memanfaatkan teknologi untuk hal yang positif.

Beliau juga tak lupa menghaturkan terima kasih kepada para relawan TIK yang sudah rela meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan para murid dan guru. Kedepan beliau mengharapkan agar supaya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan SMP N 2 Airmadidi membuka diri untuk kegiatan positif seperti ini.

banner-natal-pemprov1024

Tentang eser zone

Hanyalah seorang yang ingin berbagi cerita dan berbagi berita lewat sebuah catatan ringan. I'm not the best, but i will do the best. Anda juga bisa menemukan saya di facebookGoogle+ dan twitter

Lihat juga

Walikota GSVL, “Orang Manado Makin Mangarti Alkitab”

MANADO – Akhirnya orang kristen Manado bisa mengerti Alkitabnya.  Kerjasama GMIM, LAI dan Lembaga Donor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: