Home » News » Politik & Pemerintahan » Produksi Telur Bebek Menurun, Tuuk: Dinas Peternakan Sulut Harus Adakan Mesin Tetas Dan Bibit Unggul Untuk Kelompok Ternak
Rental Mobil Murah di Manado

Produksi Telur Bebek Menurun, Tuuk: Dinas Peternakan Sulut Harus Adakan Mesin Tetas Dan Bibit Unggul Untuk Kelompok Ternak

Kelompok ternak bebek toronata
Kelompok ternak bebek toronata

SULUT – Kelompok usaha ternak Toronata yang berada di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menyerukan kepada Dinas Peternakan Provinsi Sulut untuk bisa mengadakan lagi bantuan berupa bebek pejantan dan mesin tetas. Hal ini untuk menghindari penurunan produksi telur sehingga kelompok Toronata dapat bekerja optimal.

Mengenai hal tesebut, Anggota DPRD Sulut Jems Tuuk buka suara. Ia mengatakan agar Dinas Peternakan dapat memberikan penambahan bantuan berupa mesin tetas dan bibit (pejantan) unggul kepada kelompok ternak Toronata.

“Proses ternak bebek ini ada masa dimana bebek tersebut tidak akan bertelur selama kurang lebih 1 bulan. Untuk itu, Dinas Peternakan Sulut harus mendukung dengan cara, adakan mesin tetas agar supaya apabila produksi bebek menurun kelompok Toronata bisa menghasilkan itik yang baru sehingga usaha ini tetap berkesinambungan. Dan juga harus ada pemberian bibit (pejantan) unggul. Karena harus ada pejantan yang lebih baik lagi yang didatangkan dari Jawa atau Kalimantan,” jelas Tuuk, senin (20/02/2017) seraya mengatakan kelompok ternak Toronata adalah salah satu peternak bebek terbaik di Sulut, karena mereka bisa menghasilkan 3000 sampai 3200 butir telur perhari, mereka memberikan kontribusi yang luar biasa.

Anggota DPRD Sulut, Jems Tuuk
Anggota DPRD Sulut, Jems Tuuk

Tak hanya itu, Anggota Dewan Dapil Bolmong itu juga mengatakan pemerintah harus menambah kelompok ternak karena sudah ada yang membentuk kelompok baru.

” Penambahan kelompok memang perlu diadakan karena memang sudah ada permintaan dari yang lain untuk membuat kelompok baru. Kan kelompok sebelumnya(Toronata) sudah berhasil, pemerintah cukup mengalokasikan anggaran sekitar 125jt – 130jt atau 150jt untuk 1 kelompok (20 orang) agar supaya usaha ini dapat terus berkesinambungan. Usaha ini juga bisa memberikan penambahan gizi yang organik bukan buatan kepada masyarakat. Saya minta pemerintah men-support permintaan ini,” pungkasnya.

(Ardybilly)

banner-natal-pemprov1024

Tentang ardy

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

Paripurna DPRD Manado, Gubernur Sulut: “HUT 394 Harus Disyukuri”

MANADO – RAPAT paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado dalam rangka memperingati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: