Home » Opini » Artikel » Panik
Rental Mobil Murah di Manado

Panik

20120306131240064Panik…… Seorang karyawan yang sedang bermasalah, tiba-tiba dipanggil oleh  bos-nya. Selama beberapa detik, tatkala mendapat panggilan, ia berkeringat dingin, takut, cemas dan panik.Melihat gerak-gerik karyawan tersebut, bisa dibayangkan betapa cemas dan gelisahnya atas panggilan secara mendadak tersebut. Panik!!

Panik adalah pengalaman yang sering kita alami. Pemain bulu tangkis panik, ketika  supporter  lawan “mengejeknya.”  Seorang suami  panik sewaktu dirinya memandang gadis yang  sexy dan ditegur istrinya. Kerumunan orang panik, tatkala mendengar bunyi sirine mengaung-aung, sementara tanah yang diinjak  bergoyang, gempa!  Sungguh, suasana panik menimbulkan wajah-wajah orang yang ketakutan menjadi jelek.

Kata  panik itu sebenarnya muncul dari dewa gembala dan terutama dihormati di Arcadia, yakni Dewa Pan.   Ia digambarkan sebagai makhluk bertanduk, berjenggot kambing, bertelinga runcing, berekor dan berkaki seperti kambing. Dewa Pan ini suka menampakkan diri dengan tiba-tiba kepada pejalan kaki, sehingga orang itu amat ketakutan dan bingung.  Oleh karena itu, secara psikologis, orang yang panik itu merasakan ketakutan yang luar biasa dan kekuatiran yang mencekam, takut dan bingung, umumnya karena suatu ancaman atau bahaya besar yang datangnya tiba-tiba.

Hidup kita di dunia ini melewati masa-masa yang tidak terduga. Ketidakterdugaan ini membuat orang-orang kadang  terkejut, heran dengan hidup itu sendiri  dan yang pasti panik.   Ada sebuah keluarga yang  rajin dalam kegiatan masyarakat dan namanya pun baik di kalangan gereja.

Namun suatu hari ia dipanggil polisi sehubungan dengan keterlibatan anaknya dengan narkoba. Keluarga itu pun panik.  Atau seorang ibu yang ketika melakukan  medical  check up, ternyata ketahuan bahwa dirinya mengidap kanker. Ia pun panik.    “Pengalaman-pengalaman hebat”  dalam hidup tadi  untuk beberapa saat membuatnya panik. Namun seiring  bergulirnya waktu, rasa panik itu pun mulai berkurang.

Rasa panik juga dialami oleh masyarakat yang merasa tidak aman – mungkin – karena pemimpin negara yang otoriter maupun kejam. Suetonius (70 – 130)  nama lengkapnya: Gaius Suetonius Tranquillus dalam bukunya yang berjudul  Vita Caligulae  menulis, ”Oderint dum metuant” – Mereka boleh  membenciku asalkan mereka takut kepadaku.  Jung Chang dalam bukunya yang berjudul  Angsa-Angsa Liar, melukiskan betapa paniknya masyarakat RRC pada saat mendengar nama Mao Zedong (1893 – 1976) disebut.

Di pihak lain,  kengerian dan kepanikan dunia pada abad XX bisa kita lihat dalam “genggaman”  Adolf Hitler (1889 – 1945). Membaca buku  Mein Kampf  atau  My Struggle, bulu kuduk kita  menjadi berdiri  atas cita-cita sang  Führer,  sang pemimpin. Kita juga – barangkali  – akan menjadi ketakutan, ngeri dan  panik  setelah menyaksikan film-film tentang Hitler. Film-film seperti:   Hitler Rise of  Evil (Profil kehidupan Hitler dari masa muda hingga menjadi pemimpin Jerman sebelum Perang Dunia II), The Life of Adolf Hitler (sebuah film dokumenter).

The Pianist (kisah penderitaan seorang pianis Yahudi saat invasi Nazi di Polandia),  A Woman in Berlin (seorang wanita mencoba bertahan  saat invasi di Berlin) dan  Dawnfall (kisah sepuluh hari terakhir kehidupan Hitler) bagaikan kisah penebar  terror  dan kepanikan.

Panik  ternyata sudah dialami dari masa ke masa dan dialami juga oleh  manusia dari saat  kelahiran  hingga saat kematian  serta di manapun manusia berada. Panik!!

banner-natal-pemprov1024

Tentang Lexi Mantiri

Wartawan

Lihat juga

Henry Somba

Pentingnya Penataan Kota dan Pelestarian Alam

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki potensi sumber daya alam yang kaya dan sejak dulu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: