Home » Opini (page 5)

Opini

Berani Memulai

Hari Minggu (4 Agustus 2013), ada seorang yang memiliki ide untuk mendirikan usaha penerjemahan di belakang kampus Atma Jaya – Jakarta.  Semua yang direncanakan sudah  okey. Tetapi sudah tiga  bulan ini, usaha  –  yang telah lama diimpikan itu  – belum juga terwujud. Setelah saya konfirmasi kepada orang yang pertama kali  memiliki ide itu, dia berkata bahwa dirinya belum berani mulai. …

Selengkapnya

Nama (Kontemplasi Peradaban)

Belum lama ini, saya mengadakan perjalanan menuju Coolibah. Sebelum sampai di Puncak Pass, saya dikagetkan dengan “penampakan” beberapa wanita muda yang mengenakan kaos biru muda yang bertuliskan PSK (Seingat saya, PSK itu Pekerja Seks Komersial). Karena rasa penasaran yang menggebu-gebu, merapatlah kendaraan kami di tempat beberapa wanita berkaos muda itu bekerja. Wanita muda itu, ternyata bertugas sebagai penusuk sate kambing, …

Selengkapnya

Pelempar

Ada seorang ibu muda yang pagi-pagi sudah marah-marah. Pagi itu, ia mengurus anak-anaknya untuk siap-siap sekolah (memandikan anak, membantu mengenakan pakaian seragam, menyiapkan makanan) sembari mendengar berita tentang korupsi dan pembunuhan di stasiun TV swasta. Ia pun kemrungsung (tergesa-gesa) dan seolah-olah berkejar-kejaran dengan waktu. Ketika ibu itu siap menghantar ke sekolah tepat di muka jalan hendak memasuki jalan protokol, tiba-tiba …

Selengkapnya

Seorang Pramuka Bertaruh Nyawa. Kisah Lain Dari Kebakaran di Lorong Majalah.

Kebakaran yang terjadi di “lorong majalah” Kelurahan Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, kota Manado siang tadi menghadirkan sebuah cerita heroik yang jarang ditemui pada zaman “narsistik” seperti sekarang ini. Zaman yang katanya penuh dengan orang-orang yang bersifat individualistis. Sifat yang jamak ditemui di kota-kota besar di seluruh dunia, tak terkecuali Manado. Disaat petugas DAMKAR (pemadan kebakaran, Red) sibuk memerangi si jago …

Selengkapnya

Mengubah dunia

Mengubah dunia. Tidak sedikit dari kita yang mempunyai harapan atau kerinduan untuk mengubah dunia. Begitu banyak contoh tentang pribadi-pribadi yang sederhana, namun mereka berhasil membuat dunia berubah. Sebut saja tokoh-tokoh dunia seperti ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Jr., Nelson Mandela, Indonesia punya bung Karno dan M. Hata, ada  Gus Dur, dan yang saat ini sementara ada di dalam lingkungan …

Selengkapnya

Mengetahui Kebenaran Sosial Media

It’s Time for Truth on Social Media. Demikian judul dari sebuah artikel di mashable.com. Emily Banks menulis: “Jika ibu Anda mengatakan dia mencintai Anda, periksa kebenarannya.” Saya mendengar peribahasa itu waktu saya baru memulai karir jurnalis saya. Reporter dilatih untuk memferifikasi informasi yang mereka terima dengan mengkonfirmasi informasi tersebut dengan sumber yang dapat dipercaya, tapi tatanan media saat ini telah …

Selengkapnya

Impian

Impian, oleh Markus Marlon. Pernah suatu hari, saya makan bersama dengan salah satu keluarga di Restoran City Extra – Manado. Keluarga itu membawa dua anak-anaknya yang masih kecil. Sebelum hidangan disajikan, saya bertanya kepada salah seorang anak, “Adik, kalau besar nanti akan menjadi apa?” Anak itu dengan penuh keyakinan berkata, “Saya ingin menjadi ahli masak dan bekerja di hotel berbintang, chef.” …

Selengkapnya

Menghina

Natal tahun  2011, saya diajak makan di salah satu Rumah Makan di Tinoor,  Jl. Manado – Tomohon.   Menu favorit  “tikus ekor putih”  yang memang tiada duanya nikmatnya itu, habis kami santap.  Tiba-tiba ada seseorang yang berkata demikian, “Ini ada orang Gunungkidul yang setiap hari makan ungkrung (kepompong) dan belalang. Jijik ah!”  Tentu saja kata-kata itu ditujukan kepada saya dan saya …

Selengkapnya

Bela Rasa

Bela Rasa, Oleh: Markus Marlon. Tahun 1999, saya pernah mengunjungi orang yang sedang sakit di Rumah Sakit Islam di Tegal. Sewaktu datang di Ruang VIP Alamanda, saya hanya diam membisu selama 30 menit dan setelah itu pamit pulang. Tiga hari berikutnya, anaknya datang kepada saya dan mengucap terima kasih karena “kehadiran” saya  selama ayahnya  sakit ternyata membawa arti tersendiri. Bahkan tahun …

Selengkapnya

Pemimpin Berkarakter Menjadi Prioritas

Pemimpin Berkarakter Menjadi Prioritas

Pemimpin Berkarakter Menjadi Prioritas, oleh Arthur Mumu. Kelangsungan reformasi dalam kehidupan politik di era sekarang ini harus ditopang dengan kepemimpinan yang berkarakter. Pemimpin berkarakter harus memiliki “strong leadership”, dalam arti punya integritas yang berani dan bersih. Jangan salah mengartikan “strong leadership” sebagai kepemimpinan yang kuat (strong) karena bisa berbuat yang otoriter. Semisal, pemimpin-pemimpin yang mengandalkan kekuatan lantaran mempunyai kedekatan dengan …

Selengkapnya