Home » News » Headline » Legenda Alfred Sundah dan Kolintang bahan Kayu Wanderan
Rental Mobil Murah di Manado

Legenda Alfred Sundah dan Kolintang bahan Kayu Wanderan

20160729_160334Manado.- Kayu Wanderan atau banderan biasa di sebut Kayu Tolor bagi masyarakat manado yang banyak di temukan hutan/kebun minahasa,sering digunakan untuk keperluan kayu bakar serta penyanga di “sabuah”(red.gubuk di kebun)petani,ternyata memiliki fungsi yang unik Setelah berhasil didaftarkan di UNESCO PBB sebagai Heritage milik Minahasa-Indonesia “Keunikan Kolintang Berbahan Kayu Wanderan”.

Jumat (29/07/16) sore Hotel Pinensula Yayasan Alfred Sundah mengelar Seminar Seni Budaya “Keunikan Kolintang Berbahan Kayu Banderan” dengan menampilkan para nara sumber di bidangnya, seperti DR Maria Henny Pratikno MA, DR Ir Marthen Theogivest Lasut MSi, Ir Happy Joy Korah MSi, Prof DR Tjut Nyak Deviana, serta seniman musisi Ir James F Sundah

Alfred Sundah (90 thn)
Alfred Sundah (90 thn)

Dalam acara tersebut terungkap seniman dan musisi James Sundah,setelah diteliti melalui laboratorium, ternyata keunikan Kayu Wanderan memiliki Timbre asli dan tidak pecah, sangat halus dan enak didengar,Sedangkan kayu non Wanderan timbrenya pecah.

Semua itu disebabkan serat kayu Wanderan beraturan. Sedangkan non Wanderan tidak beraturan.“Yang pasti kayu Wanderan bisa dimainkan dengan segala jenis musik. Ini adalah karunia Tuhan bagi Minahasa yang kini jadi Heritage,”ujar anak dari Legenda Alferd Sundah pencipta salah satu lagunya Scorpion “When you came in to my life” Scorpion.

Mewakili akademisi Maria Henny Pratikno, menilai esksistensi Kolintang sebagai alat musik hiburan dan tantangan, karena anak muda lebih suka keybord. Karenanya, pemerintah perlu mensosialisasikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam musik Kolintang. Sosialisasi bisa mulai dari sekolah sampai perguruan tinggi, dan pemerintah harus menganggarkannya.

IMG_20160729_152018Memperkuat karakter bangsa sebagai upaya pelestarian. Harus ditanamkan dalam diri kita bahwa kita orang Minahasa dan Kolintang ada di dalamnya,Maria kemudian mengusulkan, agar musik Kolintang dimasukan sebagai agenda wisata berupa pertunjukan teaterikal yang dikemas dengan menarik.”Yang lebih penting, kita sendiri ada niat dan harus mau melestarikan musik Kolintang,”tambahnya

Wakil Gubernur  SULUT Drs Steven Kandow, SE yang diwakili oleh Kadisbudpar SULUT Ir Happy Joy Korah mengatakan Budaya adalah identitas kita dan Kolintang adalah budaya Minahasa – Sulawesi Utara. “Untuk itu, mari kita lestarikan. Apalagi Malaysia ikut mengklaim bahwa Kolintang berasal dari sana. Nah ini yang harus kita jawab. Makanya Pemprov mengimbau, setiap hotel harus memutar dan memperdengarkan musik Kolintang sebagai salah  upaya melestarikanya.

banner-natal-pemprov1024

Tentang Reby

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

Walikota GSVL, “Orang Manado Makin Mangarti Alkitab”

MANADO – Akhirnya orang kristen Manado bisa mengerti Alkitabnya.  Kerjasama GMIM, LAI dan Lembaga Donor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: