Home » Opini » Kota Industri Yang Bersahabat Dengan Alam
Rental Mobil Murah di Manado

Kota Industri Yang Bersahabat Dengan Alam

Kota BitungKota Industri Yang Bersahabat Dengan Alam – (Catatan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Bitung ke-24 10 Oktober 2014)
Kota Bitung memang sungguh luar biasa. Dalam pengamatan saya selama ini kota yang berada di bibir Sulawesi Utara ini telah meraih berbagai penghargaan oleh pemerintah pusat diberbagai bidang dan yang terakhir yang menarik perhatian saya sebagai pemerhati tata kota yaitu penghargaan di bidang disiplin tata ruang dimana pada bulan September yang lalu kota Bitung masuk sebagai 5 besar kota terbaik dalam hal disiplin tata ruang.

Hal ini tentu positif apabila Kota Bitung memposisikan diri sebagai kota investasi dimana setiap ruang kota dibangun sesuai master plan perencanaan kota yang ada untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keteraturan/estetika kota sekaligus mencegah kesemrawutan. Kota bitung dalam penghargaan dimaksud dinominasikan bersama salah satu kota langganan adipura di Kalimantan Timur yaitu Balikpapan. Dari sisi penataan ruang dan kebersihan saya melihat terdapat kesamaan antara dua kota peraih adipura kencana ini, tapi dari sisi ketersediaan ruang terbuka hijau, Bitung masih ketinggalan dibanding kota Balikpapan.

Kota Balikpapan dalam pantauan saya adalah sebuah kota yang benar-benar serius dengan masalah keseimbangan lingkungan. Salah satu komitmennya menjaga lingkungan yaitu tidak diperbolehkan lagi wilayah di seluruh Kota Balikpapan untuk melakukan aktivitas penambangan selain pengeboran minyak yang sudah dilakukan selama ini oleh pertamina, padahal kota ini berdiri diatas tumpukan emas hitam (batubara) yang sangat mahal bila dieksploitasi.

Representasi ruang terbuka hijau di Kota Balikpapan sangat memukau hati saya. Dibeberapa titik kota tersedia taman yang sangat luas dan dengan leluasa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktifitas seperti olah raga, duduk santai, jalan sehat, bertemu sahabat, melepas lelah, makan dan banyak lagi kegiatan rekreasi yang bisa dilakukan disana. Bahkan ada sebuah taman yang menjadi favorit saya, dimana taman itu dilengkapi dengan sebuah track khusus yang memiliki injakan terbuat dari kerikil tempat yang bagus untuk relaksasi dan terapi kesehatan. Inilah keistimewaan dan manfaat dari ruang terbuka hijau yang memiliki multifungsi sebagai ruang hijau untuk keseimbangan kehidupan alam raya dan zona publik yang menjadi area sosial untuk kebutuhan masyarakat penghuni kota.

Kota Bitung kedepan akan dipastikan menjadi sebuah kota yang sangat padat dan bahkan memiliki tingkat kebisingan dan pencemaran lingkungan yang sangat tinggi sebagai konsekuensi dari sebuah kota industri. Pemerintah harus mempersiapkan segala infrastruktur yang diperlukan untuk menangkal dampak negative yang mungkin mengancam dikemudian hari. Industry memang menjadi barometer kemajuan suatu daerah, tapi jangan lupa bahwa didalam kota ada penghuninya yang selayaknya memperoleh kebutuhan oksigen yang memadai.

Kota yang rusak lingkungannya adalah kota yang mulai kehabisan stok oksigen dan mengancam penyakit bagi masyarakatnya dan hal ini harus benar-benar diperhatikan dan diantisipasi sedini mungkin. Ketersediaan zona hijau dalam kota menjadi salah satu solusi karena selain untuk memenuhi kebutuhan oksigen, keberadaanya juga sangat penting untuk menjaga debit air dan mencegah erosi dalam kota, ruang terbuka hijau juga dapat berfungsi sebagai daerah resapan air dan menjaga struktur tanah selain fungsi dan manfaat sosial yang telah diungkap diatas.

Peran masyarakat diharapkan dapat diintenskan untuk mengontrol berbagai kebijakan pemerintah yang akan berpotensi mengancam kestabilan lingkungan alam kita. Mendapatkan predikat sebagai kota yang disiplin tata ruang bersama 4 kota lainnya bukan berarti bahwa 5 kota ini betul-betul terbaik, tapi mungkin hanya lebih baik dari kota-kota lain yang memang amburadul dalam penegakan RTRW kotanya. Saya tidak mau masyarakat terjebak dengan sebuah predikat dan penghargaan tanpa memperhatikan dengan cermat kondisi real dari keberadaan alam sekitar. Bagaimanapun masyarakat sebagai penghuni kota adalah segala-galanya yang harus menjadi prioritas pemangku jabatan didalam kota. Legislator kota Bitung yang baru mulai bertugas sebagai perpanjangan tangan masyarakat wajib memperhatikan hal ini untuk kembali melihat dan menguji perda RTRW yang ada untuk dapat melakukan revisi seperlunya dengan tujuan agar tata ruang kota Bitung nanti benar-benar memberi manfaat besar bagi kelangsungan hidup kota dan masyarakat didalamnya.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh para wakil rakyat, tapi masalah ruang terbuka hijau yang representatif juga merupakan point yang penting harus menjadi agenda prioritas para legislator kota Bitung. Ruang hijau didalam kota sampai hari ini belum diatas 20% dari persyaratan ideal 30%. Angka sekarang akan merosot turun dengan asumsi apabila pabrik-pabrik atau bangunan-bangunan bertambah namun ruang hijau tetap konstan. Dan kecenderungan ini sangat mungkin terjadi karena saya belum melihat program Pemerintah Kota untuk membangun sebuah zona hijau dalam skala yang luas didalam kota. Tapi yang terjadi bangunan bertumbuh dimana-mana.

10 Oktober 2014 kota Bitung akan memasuki usia yang ke-24. Usia yang cukup untuk melihat serta mengukur sebuah kemajuan dan pencapaian pembangunan kota. Usia baru ini dapat kita lihat sebagai usia yang spesial karena kota Bitung akan segera dipersiapkan sebagai sebuah kawasan industry modern yakni Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia Timur. Berbagai infrastruktur penunjang sudah mulai direncanakan bahkan dibangun untuk menyambut proyek besar pemerintah Pusat ini. Hutan beton akan mulai bertumbuh lebat yang dimulai dari kawasan tanjung merah sebagai central dan akan diikuti oleh pertumbuhan hutan beton ditempat lain sebagai dampak dari industrialisasi sebuah kota. Kota Bitung akan semakin padat karena dari segi aksebilitas, terletak diujung pulau alias berbatasan dengan laut.

Aktivitas industry akan sangat padat dan akan menjadi kota yang sangat sibuk. Hal ini akan memicu stres dikalangan masyarakat mau tidak mau. Namun ruang hijau akan menjadi penyeimbang, peneduh, dan pengatur suhu kota. Keberadaannya akan menciptakan keseimbangan alam dan kota akan lebih terlihat bersahabat dengan alam bila ruang hijau/zona hijau ini disiapkan dalam skala yang memadai.

Belum terlambat untuk memulai dari sekarang dan ini harus menjadi program urgent pemerintah kota. Sekali lagi membangun zona-zona hijau dalam kota. Bisa dengan membangun taman kota, memperluas hutan kota, penerapan 30% ruang hijau disetiap rumah, perkantoran, pabrik, dan lain-lain. Regulasi harus diperketat bagi setiap ijin mendirikan bangunan. Kesadaran masyarakat untuk menanam pohon harus tetap ditingkatkan namun peran pemerintah akan sangat penting untuk tujuan ini. Buat apa kita memiliki kota yang kaya raya namun rusak lingkungannya dan mungkin akan ditinggalkan dikemudian hari karena masyarakat merasa terancam dengan kehidupan yang sehat dan layak. Pemerintah kota jangan terpesona dengan berbagai prestasi saat ini.

Sebuah pekerjaan rumah yang besar harus dipikirkan adalah menciptakan sebuah kota yang benar-benar ramah terhadap lingkungan. Bukan hanya slogan semata, namun manfaatnya harus benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat. Pemukiman-pemukiman padat penduduk harus juga ditata kembali untuk kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas. Pemerintah sekarang masih punya cukup waktu sebelum mengakhiri masa jabatan yang sebentar lagi tuntas. Ciptakan kota yang benar-benar asri, hijau, estetis dan bersahabat dengan alam demi kelangsungan hidup masyarakat kota bitung yang lebih baik dan berkualitas, sehingga kota Bitung benar-benar akan menjadi surga bagi penghuninya.

banner-natal-pemprov1024

Tentang henry somba

Pemerhati Tata Kota dan Lingkungan, Arsitek Sekaligus Putra Daerah Kota Bitung

Lihat juga

Buruh Kesehatan, Miniatur Perburuhan Nasional

Beberapa saat yang lalu sebuah pernyataan menarik dari seorang Jusuf Kalla, dalam sebuah forum resmi, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: