Home » Events » Konservasionis Menggunakan Facebook dan Twitter Untuk Memberikan Jendela 24 Jam Dari Hutan Hujan Tropis Yang Terpencil
Rental Mobil Murah di Manado

Konservasionis Menggunakan Facebook dan Twitter Untuk Memberikan Jendela 24 Jam Dari Hutan Hujan Tropis Yang Terpencil

Rainforest Live, Foto: selamatkanyaki.com
Rainforest Live, Foto: selamatkanyaki.com

Pada 2 Juni 2014 konservasionis yang datang bersama-sama untuk membagikan 24 jam penampakan satwa liar penampakan hutan hujan tropis di Asia Tenggara.

Rainforest: Live akan mengambil keuntungan dari kekuatan media sosial dan penyebaran teknologi bahkan beberapa sudut paling terpencil di dunia.

Melalui Twitter dan Facebook, sebelas organisasi akan berbagi foto, video dan penampakan satwa liar langsung dari situs bidangnya masing-masing di hutan hujan tropos Malaysia dan Indonesia, semua menggunakan hashtag #rainforestlive.

Anggota masyarakat dapat mengambil bagian dengan menggunakan hashtag untuk betanya  tentang hutan hujan tropis yang selalu ingin mereka ketahui.

Matt Williams, Manajer Komunikasi untuk Orangutan Tropical Peatland Project, mengatakan “hutan hujan tropis di bagian dunia ini sangat kaya akan satwa liar. Dari orangutan yang terancam punah, burung spektakuler yang disebut burung rangkong, macan tutul dan harimau hutan dan gajah yang jarang terlihat oleh orang-orang.

“Hutan hujan tropis di Sumatera dan Kalimantan adalah rumah bagi seluruh populasi yang tersisa sekitar 60.500 orangutan, yang dengan cepat menghilang. Tapi bukan hanya tentang karismatik makhluk kita lihat di berita utama setiap hari. Dari ikan, burung, dari katak sampai kupu-kupu, hutan hujan tropis seperti Sabangau dimana OuTrop bekerja yang dikemas penuh kehidupan .

“Di daerah lain, organisasi-organisasi sera orang-orang berkomitmen dan bekerja keras untuk menyelamatkan hutan hujan tropis yang merupakan sandaran dari satwa liar.”

Tapi begitu sering cakupan hutan hujan tropis hanya berfokus pada ancaman terhadap hutan dan satwa liar. Di tengah cerita tentang kelapa sawit, penebangan hutan, pembalakan dan perburuan liar, sangatlah mudah untuk melupakan keindahan dan keajaiban  hutan ini .

“Jika orang-orang di Asia Tenggara dan di seluruh dunia diingatkan akan karunia alam yang luar biasa ini, maka kita memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyelamatkan hutan hujan tropis di mana-mana. Rainforest: Live adalah sebuah acara yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk membawa penampakan hutan secara langsung, dan ini sangat menarik bila kami memanfaatkan kekuatan media sosial untuk membawa orang yang tepat ke jantung hutan bersama kami. Anggota masyarakat dapat mengambil bagian dengan menggunakan hashtag # rainforestlive untuk mengajukan pertanyaan dimana mereka selalu tanyakan kepada ahli hutan hujan tropis.”

“Kami sangat gembira untuk berpartisipasi dalam acara ini,” kata Dr Cheryl Knott, Direktur Eksekutif Orangutan Project Gunung Palung,” sepertinya Rainforest: Live akan memberikan pengalaman virtual menarik untuk publik – sebuah cara untuk bersamaan melakukan perjalanan ke hutan hujan di seluruh Asia Tenggara serta merasakan pengalaman keanekaragaman hayati yang luar biasa di setiap daerah.

“Ashley Leiman, OBE, Direktur Orangutan Foundation, mengatakan “kolaborasi ini membawa pulang bahwa efek deforestasi tidak hanya satwa liar, tetapi merupakan penyebab ketiga terbesar emisi gas rumah kaca dan sebagainya efek semua orang di planet ini. Hari seperti ini menyoroti berapa banyak peneliti belajar, dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan konservasi lebih baik.”

Thirza Loffeld, Koordinator Pendidikan dan Advokasi untuk Selamatkan Yaki menyebutkan bahwa “meskipun pulau kecil Indonesia,Sulawesi, diketahui memiliki banyak spesies endemik, sejumlah besar masyarakat lokal di sini tidak menyadari akan satwa liar unik yang hidup berbagi pulau dengan mereka.”

“Selama Rainforest: Live, berdampingan dengan peserta konservasionis  lainnya , Selamatkan Yaki akan mengambil kesempatan untuk memberikan wawasan publik dalam kehidupan Macaca nigra, yang dikenal sebagai yaki, dari Cagar Alam Tangkoko di Sulawesi Utara. Cagar alam yang indah ini memegang populasi terhubung terbesar dari spesies primata terancam punah di seluruh jangkauan aslinya, di antara banyak spesies satwa liar unik lainnya.”

Organisasi yang tergabung dalam acara ini antara lain:

  • The Orangutan Tropical Peatland Project
  • Gunung Palung Orangutan Project/Yayasan Palung
  • Orangutan Land Trust
  • Orangutan Foundation UK
  • HUTAN Kinabatangan Orang-utan Conservation Program
  • Selamatkan Yaki
  • Sumatran Orangutan Conservation Program
  • Integrated Conservation
  • Burung Indonesia
  • Harapan Rainforest
  • Integrated Conservation
  • Royal Society for the Protection of Birds
banner-natal-pemprov1024

Tentang Seputar Sulut

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

HUT 72 PMI di Manado Meriah

MANADO –  Wagub SK Ikut Jadi Peserta, Ketua PMI Manado Prof Paula Lepas Sepeda Santai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: