Home » Opini » Hari Bumi, Memontum Menuju Pelestarian Aset Daerah
Rental Mobil Murah di Manado

Hari Bumi, Memontum Menuju Pelestarian Aset Daerah

hari bumi
PHari Bumi 2015 | Image: twitter.com/haribumi2015

Kejadian amukan massa di Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara dimana menyerang Kantor Polsek setempat dan membakar rumah warga merupakan sebuah tanda awas bagi kita semua. Layaknya fenomena gunung es, yang nampak hanyalah sebagian kecil dari yang sebenarnya terjadi. Kecenderungan untuk terjadi hal yang sama bisa meledak kapan saja dan dimana saja. Sehingga perlu kewaspadaan dini untuk mengantisipasi hal-hal pemicunya.

Salah satu pemicu yang sangat dominan yakni faktor ekonomi. Setiap orang akan cenderung brutal jika sumber ekonominya ditutup atau dibatasi. Kasus di Ratatotok tersebut sejatinya sangat berkaitan erat dengan isu pengelolaan lingkungan. Peringatan Hari Bumi 2015 yang diperingati setiap 22 April merupakan momentum refleksi untuk melihat kasus ini dari kacamata pengelolaan lingkungan.

Jika kita lihat saat ini, siapa lagi yang meragukan bahwa realita bahwasanya penguasaan aset bangsa, khususnya berupa bahan tambang kini dikuasai oleh segelintir orang atau korporasi, bahkan milik asing. Penguasaan aset bangsa ini tentu akan menambah jurang pemisah antara pemilik modal kaum kapitalis dan masyarakat lokal. Dampak yang paling rentan tentu saja meningkatkan tensi kecemburuan sosial.

Cita-cita bangsa, yang dirumuskan dalam Pasal 33 UUD 1945 sejatinya menegaskan bahwa bumi, air, dan segala yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sudah menjadi adigium umum bahwa aturan dibuat untuk dilanggar. Buktinya, lihat saja, aset negara mana yang disisakan oleh kaum kapitalis bagi masyarakat pribumi. Padahal, kerusakan lingkungan tidak lepas dari cengkraman ekonomi kapitalis.

Sudah saatnya kita mengadopsi konsep Green Economy yang senantiasa menawarkan perlunya perhatian ekologi lingkungan dan masyarakat. Konsep ini menyebutkan bahwa sektor ekonomi merupakan zona inti yang tidak terlepas dari kehidupan sosial bermasyarakat dan berkaitan erat dengan lingkungan. Sebaliknya, sistem ekonomi konvensional menempatkan sisi sosial dan lingkungan hanya bagian dari titik singgung dengan sektor ekonomi. Lingkungan dan masyarakat lokal, bagi penganut paham ekonomi konvensional cukup dimaknai dengan program CSR berbau lingkungan. Pemaknaan pelestariaan lingkungan yang sangat sempit.

Sejatinya, keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksaan pembangunan sangat penting. Masyarakat lokal bukan sekedar ‘kuli’ atau penonton dalam setiap pembangunan yang terjadi di daerahnya. Investasi asing dan kepemilikan aset negara yang dilandasi sifat kapitalis cenderung tidak memperhatikan kehidupan sosial masyarakat setempat. Lain halnya dengan pola pelibatan masyarakat lokal. Nilai-nilai kearifan lokal setempat senantiasa terjaga dalam mengelola aset daerahnya. Sudah saatnya pemerintah daerah menyatakan secara tegas bahwa seluruh aset negara tidak boleh lagi diserahkan pada individu atau korporasi yang bermental merusak. Jika alasan bahwa negara atau daerah tidak mampu mengelolah hasil alam saat ini, tunggu dan bersabar sedikitlah, cucu kalian sedang menunggu warisan generasi saat ini. Semoga kelak kita tidak mendapati sebuah generasi yang hanya mendapatkan limbah dari puing-puing peradaban kapitalis. Amin.

banner-natal-pemprov1024

Tentang Asep Rahman

Seorang peneliti muda, pengajar, dan aktivis kesehatan masyarakat. Saat ini sedang menjabat sebagai Direktur Rumah Sehat Bina Lentera Insan Manado, yang bergerak pada pemanfaatan traditional medicine sebagai solusi model kesehatan yang berbudaya, memberdayakan masyarakat, dan bernuansa sosial kemanusian.

Lihat juga

Buruh Kesehatan, Miniatur Perburuhan Nasional

Beberapa saat yang lalu sebuah pernyataan menarik dari seorang Jusuf Kalla, dalam sebuah forum resmi, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: