Home » News » Politik & Pemerintahan » DPRD Sulut Lidik Aset Pemprov
Rental Mobil Murah di Manado

DPRD Sulut Lidik Aset Pemprov

img-20161109-wa0001

SULUT – Dalam upaya menelusuri aset-aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) penghuni gedung cengkih terus bermanuver.  Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut yang dipercayakan mengurusinya, kini menggenjot kepemilikan tanah di sekitar lapangan golf dan stadion klabat.

 

Kepala Biro Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut (Setdaprov), James Sela menjelaskan, persoalan asset lahan pemprov yang sedang dibahas di antaranya berada sekitar Stadion Klabat Kecamatan Ranotana dan lapangan golf Kairagi Dua.

 

“Untuk tanah di sekitar lapangan golf ada 10 hektare. Itu mungkin di bagian belakang di ring road. Di lapangan golf  ada yang sudah memiliki sertifikat. Sesuai dengan sertifikat itu tertera di Paniki Bawah. Di situ sementara bangun perumahan,” kata Sela, selasa (08/11/2016) kemarin.

img-20161109-wa0000

Sementara, lahan di stadion klabat masih akan didata ulang. Di situ hanya satu saja yang telah memiliki sertifikat.

 

“Sertifikat di situ 2013.  Pertama yang kita lihat di situ 1998. Barangkali di sini ada penyerahan kepada mereka yang berada di bengkel itu. Menurut lurah memang sudah lama ada bengkel di situ. Bukti-buktinya ada dokumen. Memang ada beberapa yang di stadion itu sudah menyatakan akan pindah kalau sudah habis tahun baru,” tambahnya.

 

Pada kesempatan ini, Lurah Ranotana, Matheos Rimbing menuturkan, dirinya tidak pernah menandatangani apapun terkait tanah di seputar stadion.

 

“Kalaupun ada transaksi saya tidak pernah dilibatkan di dalamnya,” tegas Rimbing.

 

Alfrits Lontoh, Lurah di Kairagi Dua mengurai,  masalah lahan di lapangan golf ada yang memang telah memiliki sertifikat. Namun, persoalannya masih simpang siur.

 

“Ini memang ada pemekaran kelurahan di Kariragi itulah yang menjadi juga persoalan. Kemudian  penjelasan dari masyarakat lain tetapi penjelasan pemerintah juga lain terkait masalah tanah di situ. Untuk lahan di situ kan ada Paniki bawah dan ada juga Kairagi Dua,” paparnya.

 

Menanggapi hal tersebut, personil komisi II menjelaskan, tanah yang di Paniki Bawah dan Kairagi Dua barangkali merupakan kesatuan namun dipisahkan dengan pembuatan jalan.

 

“Makanya selanjutnya saya mohon  cek data sebelum turun lapangan,” tukas anggota Komisi II DPRD Sulut, Teddy Kumaat.

 

Wakil ketua Komisi II, Noldy Lamalo yang memimpin rapat ini juga menuturkan, pembahasan tersebut masih akan dilanjutkan. Terkait sudah ada asset milik Pemprov yang beralih fungsi, dirinya meminta agar tidak berkembang informasi penggusuran.

 

“Jadi jangan sampai ada info kepada masyarakat ini akan ada penggusuran. Ini masih dalam rangka mencari data bukan langsung akan menggusur. Jangan sampai ada informasi di luar ada penggusuran,” tutupnya. (Ardybilly)

banner-natal-pemprov1024

Tentang Redaksi

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

Di bawah Jembatan Soekarno Puluhan Penyair Meriahkan HUT RI ke 72

Manado. – Memeriahkan HUT Republik Indonesia, kayanya sudah kewajiban kita untuk melaksanakanya setiap tahun. Tapi, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: