Home » News » Press Release » Djouhari Kansil Ajak Warga Dodap Boltim Brenti Jo Bagate
Rental Mobil Murah di Manado

Djouhari Kansil Ajak Warga Dodap Boltim Brenti Jo Bagate

Wagub Sulut DR Djouhari Kansil saat mengunjungi Desa Dodap, Boltim. (foto:humas pemprov sulut)
Wagub Sulut DR Djouhari Kansil saat mengunjungi Desa Dodap, Boltim. (foto:humas pemprov sulut)

Boltim—Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd mengadakan kunjungan kerja di Desa Dodap Pantai Kecamatan Tutuyan, Boltim, Minggu, (24/2) lalu. Dalam kunjungan kerja tersebut, Kansil mengajak warga Dodap untuk membantu program pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (trantib) dengan cara Brenti jo Bagate. “Karena berbagai penyakit sosial yang timbul diaerah ini, seperti narkoba, seks bebas dan pertikaian antar kampung (tarkam), semuanya bermuara dari bagate (mabuk-mabukan), yang menkonsumsi minuman keras (miras) yang berlebihan,” ungkapnya. Menariknya, Kansil harus menggunakan kapal motor untuk  tiba di Pantai Woka.

Pemerintah Provinsi Sulut bersama Kapolda Brigjen Pol. Dicky Atotoy telah mengkampayekan program brenti jo bagate.  “Karena itu bagi warga sulut, khususnya warga etnis nusa utara asal Sitaro yang bermukim di Kabupten Boltim harus mendukungnya, itu dimaksudkan agar warga menjadi sadar, akan bahaya akibat dari mabuk-mabukan,” jelasnya. Mabuk dikatakannya, tidak hanya merugikan kenyamanan dan ketentraman orang lain, tapi juga dapat merugikan diri sendiri.

Kesempatan itu Kansil juga tak lupa menyampaikan, pesan leluhur para tua-tua adat karangetang, kiranya warga Dodap Pantai mampu menjadi contoh dan teladan bagi warga lainnya di kabupaten Boltim. ” Memang untuk menghentikan sama sekali mungkin sulit, tapi dengan mengurangi mengkonsimsi miras pasti bisa dilakukan”, ujar papa Hembo-sapaan akrab dari Wagub Sulut ini.

Kansil juga mengharapkan, budaya gotong royong (malapuse)terus dipertahankan di tengah-tengah kehidupan warga, di samping terus menjaga hutan dengan tidak merusaknya. “Karena bencana banjir dan tanah longsong yang terjadi baru-baru ini daerah ini yaitu Manado, Minahasa dan Sitaro,sehingga mengakibatkan, jatuhnya korban jiwa 20 orang meninggal dunia serta rusaknya infastruktur warga,diakibatkan karena rusaknya lingkungan hidup,” jelasnya. (Kabag humas Jackson Ruaw selaku jubir pemprov).

banner-natal-pemprov1024

Tentang Lexi Mantiri

Wartawan

Lihat juga

GMNI Sulut- Go Sesalkan Sistem “DP”RS, Korbankan Debora

MANADO – Korda GMNI Sulut-Go: Sistem “Uang Muka” di Rumah Sakit Inprosuderal. Peristiwa kematian Tiara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: