Home » News » Straigh News » Danrem 131 Santiago, “UNIMA Harus Jadi Kampus Pemersatu Lawan Proxy War”
Rental Mobil Murah di Manado

Danrem 131 Santiago, “UNIMA Harus Jadi Kampus Pemersatu Lawan Proxy War”

 

Foto Steven Runtuwene.

TONDANO – Saat isu radikalisme yang hangat dibicarakan, kampus terpanggil untuk mengantisipasinya.  Untuk itu Universitas Negeri Manado (Unima) kembali menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Komandan KOREM (Komando Daerah Militer) 131 Santiago Kolonel Inf Sabar Simanjuntak SIP MSc, di ruang rapat Senat Mahasiswa UNIMA di Tondano, Rabu (24/05) pagi tadi.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNIMA Prof DR Julyeta PA Runtuwene MS DEA, menyatakan terima kasih atas pemaparan yang diberikan Danrem 131 Santiago. Apalagi, tema yang diangkat terkait peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman-ancaman dis-integrasi bangsa.

Foto Steven Runtuwene.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Danrem 131 Santiago yang telah memberikan materi yang sangat baik ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” pungkas isteri tercinta Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA itu.

Pemaparan terkait ancaman dis-integrasi bangsa mengangkat judul tentang mewaspadai ancaman non militer (Proxy War) dengan membangun karakter bangsa guna memperkuat ketahanan wilayah Nasional, dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dihadapan civitas akademika UNIMA, Danrem mengatakan, ancaman non militer sangat berbahaya dan mengancam Negara dan bangsa Indonesia.

Foto Steven Runtuwene.

“Ancaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan factor-faktor non-militer yang meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya (IPOLEKSOSBUD) dinilai memiliki kemampuan yang membahayakan kedaulatan Negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenap bangsa,” ujar Kolonel Simanjuntak.

131

Dirinya mencontohkan perkelahian pelajar, tawuran mahasiswa antar fakultas dan antar universitas serta bentrok mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga, dampak dari konflik tersebut rusaknya fasilitas umum dan obyek vital milik pemerintah. “Itu baru sebagian yang terlihat di permukaan, agresif dan konfrontatif. Kita harus waspada terhadap gerakan yang masih terselubung, halus dan masuk ke semua lini kehidupan masyarakat,” tandas Simanjuntak.

Foto Steven Runtuwene.

Dijelaskan, dalam Proxy War salah satu pihak akan menggunakan kelompok lain untuk berperang lewat berbagai aspek kehidupan dengan memanfaatkan krisis yang terjadi seperti krisis pangan, krisis energy dan krisis air yang merupakan dampak dari laju pertumbuhan penduduk.

“Dampak ledakan penduduk terhadap pangan, energi dan air di Indonesia. Sedangkan tanda-tanda Proxy War ada disekitar kita seperti komunis gaya baru, konflik horisintal dan vertical, teroris dan kelompok radikal,” jelasnya.

Foto Steven Runtuwene.
banner-natal-pemprov1024

Tentang Redaksi

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

Pemerintah Kota Manado Buka Puasa Dengan Para Imam Masjid

MANADO – Pemerintah kota Manado kembali mengadakan buka puasa bersama para imam masjid se-Kota Manado …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: