Home » News » Ekonomi & Bisnis » Atasi Pencucian Uang, 52 Negara Kumpul Di Jakarta
Rental Mobil Murah di Manado

Atasi Pencucian Uang, 52 Negara Kumpul Di Jakarta


Jakarta – Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Global Conference on Beneficial Ownership. Indonesia di nilai telah melakukan berbagai kemajuan dalam mendorong transparansi kepemilikan perusahaan penerima manfaat (Beneficial ownership/BO).

Konferensi global kedelapan ini dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017, lalu ‎di Hotel Fairmont, Jakarta, di ikuti delegasi dari 52 negara anggota EITI, Kementerian lembaga, BUMN, pemerintah ‎daerah, akademisi, mitra pembangunan,‎ organisasi internasional, organisasi ‎profesi, ‎organisasi masyarakat sipil, dan ‎media massa.

Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat kesempatan belajar dan m‎engambil manfaat dari praktik‎ BO‎ di berbagai negara lain, serta berbagi informasi tentang hambatan dan tantangan yang dihadapi, ‎terutama terkait penguatan regulasi.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan komitmen pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta tindak pidana pencucian uang.

Di hadapan peserta saat membuka kegiatan Kepala Bappenas mengatakan bahwa transparansi menjadi isu yang sangat strategis dan lintas sektor, terutama terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi, tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme‎, penerimaan negara, industri ekstraktif serta i‎nvestasi.

Rangkaian pertemuan yang membahas pentingnya BO dilakukan B‎appenas, bersama dengan kementerian terkait lainnya, ‎Pusat Pelaporan dan ‎Analisis ‎Transaksi ‎Keuangan, KPK, Otoritas ‎Jasa ‎Keuangan, Bank I‎ndonesia, akademisi,‎ organisasi p‎rofesi, ‎Publish ‎WhatYou Pay Indonesia, ‎Transparency ‎International Indonesia, ‎dan ‎Natural Resource Governance Institute.

“Syukur progres penerapan transparansi BO di Indonesia memperoleh apresiasi dari ‎Extractive Industries Transparency Initiatives (EITI) ‎International, yaitu ‎sebuah ‎standar ‎global‎ bagi transparansi ‎di ‎sektor ‎ekstraktif,” paparnya.‎

Sementara itu Yanuar Nugroho II Kepala Staf Kepresidenan sebagai salah satu narasumber mengatakan tranparansi BO adalah bagian dari upaya pencegahan korupsi.

Sesuai amanah konstitusi UUD 1945 pasal 33 ayat 2, untuk memastikan kekayaan alam di gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran, maka pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan transparansi di sektor ektraktif.

Transparansi BO adalah salah satu langkah mempercepat amanah konstitusi.
Sebagai anggota G-20, Indonesia sudah memiliki proses pembentukan badan hukum, namun belum secara spesifik menginformasikan BO tersebut.

Ke depan ada dua tantangan yang akan di hadapi Indonesia, pertama integrasi data dalam format yang interchangeable menjadi pekerjaan utama dari inisiatif BO. Kedua, verifikasi data yang sudah di capai.

Menurutnya transparansi BO tidak perlu ditakuti akan menghambat investasi, justru sebaliknya dengan negara melakukan transparansi BO akan semakin meyakinkan bagi investor. Pemerintah sedang mempersiapkan payung hukum tentang BO.

“Per hari Jumat 20 Oktober 2017, peraturan tentang BO sudah di paraf oleh enam menteri terkait. Peta jalan BO juga sudah ada, sehingga kemungkinan tidak lama lagi pemerintah sudah mulai membangun data BO, “jelas Yanuar. (donny)

 

banner-natal-pemprov1024

Tentang Redaksi

seputarsulut.com memberikan kesempatan kepada anda yang ingin mempublikasikan berita/kejadian yang ada disekitar anda. Selain itu, Kami juga akan akan membantu mempromosikan usaha anda baik melalui seputarsulut.com maupun lewat situs jejaring sosial yang kami kelolah. Ayo berbagi informasi seputar sulawesi utara lewat facebook, Google+ atau anda bisa follow akun kami di twitter

Lihat juga

Keintjem: “Komisi I DPR RI Awasi Ketat Pengadaan Kapal Bakamla”

Jakarta – Pengadaan fasilitas Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) patut di tunjang. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan jawab pertanyaan sebelum mengirimkan komentar: